Loading Posts...

Transaksi Jual Beli Rumah Lebih Simpel

Jual Beli Rumah
Jual Beli Rumah

Transaksi saat jual beli rumah tak lepas dari munculnya biaya-biaya dalam pengurusannya. Biaya tersebut muncul karena perlu membayar beberapa hal untuk negara atau pemerintah dan ada pula biaya untuk para pejabat dalam pelaksanaan jual beli tersebut yang bisa di negosiasikan. Biaya resmi yang dibayarkan misalnya PPh, BPHTB, PNPB dan biaya lainnya adalah biaya yang perlu dibayar untuk PPAT yang mengurusnya. Untuk lebih jelasnya, maka berikut ini beberapa penjelasan terkait biaya yang muncul tersebut, diantaranya:

  • Cek sertifikat

Sebelum transaksi jual beli rumah dilakukan, maka pengecekan sertifikat wajib dilakukan demi memastikan agar sertifikat tidak terdapat catatan blokir, catatan sita atau catatan lain yang tidak memungkinkan untuk diproses lebih lanjut. Pengecekan dilakukan di kantor pertanahan sekitar sehingga biaya yang perlu dibayarkan tergantung dari kebijakan kantor tersebut. Biaya ini umumnya ditanggung pembeli rumah, namun bisa juga di negosiasikan dengan penjual rumah sebelumnya.

  • Biaya akta jual beli

Pembuatan akta jual beli juga perlu dana. Pembuat AJB adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah dimana besaran harganya berbeda tiap daerah. Meski begitu, biaya pembuatan AJB tidak boleh lebih dari 1% dari jumlah harga transaksi. Biayanya umumnya ditanggung oleh pihak penjual dan pembeli.

  • Biaya balik nama

Selanjutnya adalah melakukan balik nama yang diajukan oleh PPAT kepada kantor pertanahan setempat dengan pembayaran biaya sesuai peraturan yang berlaku. Biaya ini umumnya ditanggung pembeli rumah.

  • Biaya Penerima Negara Bukan Pajak (BNPB)

PNBP harus dibayar sekaligus saat pengajuan balik nama. Besarnya adalah satu per seribu permill dari Nilai Jual Obyek Pajak tanah.

  • Pajak Penghasilan

Besaran PPh adalah 5% dari transaksi. PPh harus dibayar sebelum AJB ditandatangani. Biaya PPh dilakukan di bank penerima transaksi jual beli dan kemudian di validasi oleh kantor pajak setempat. Pajak ini umumnya dibebankan kepada penjual.

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Selanjutnya adalah BPHTB dan pajak penghasilan. Besarnya adalah 5% dari NJOP. Pihak yang membayarnya bisa sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. BPHTB ini juga perlu dibayarkan sebelum AJB.

  • Biaya KPR

Berbeda ketika Anda membeli rumah secara tunai, maka apabila Anda membelinya secara kredit maka timbul biaya KPR. Biaya ini mulai dari biaya provisi, administrasi dan biaya lainnya yang umumnya sekitar 5% dari total pinjaman yang disetujui. Biaya ini sepenuhnya dibayar oleh pembeli.

  • Biaya jasa notaris

Hadirnya notaris ketika transaksi jual beli ini memang merupakan sebuah keharusan lantaran tiap perjanjian harus dibuktikan dengan adanya akta yang dibuat di depan PPAT. Akta ini juga diperlukan bagi orang yang ingin meminjam uang dan menjadikan tanah sebagai agunan nya. PPAT merupakan pejabat yang berwenang untuk menentukan sah atau tidaknya proses jual beli tanah atau rumah tersebut.

Perlu diketahui bahwa biaya untuk jasa notaris mencakup beberapa biaya seperti cek sertifikat, biaya validasi pajak, biaya SK 59, biaya AJB, biaya balik nama, biaya SKHMT dan biaya APHT dengan jumlah sekitar 5 juta rupiah. Biaya tersebut berbeda-beda tergantung kebijakan PPAT tersebut. Meski biaya yang perlu dibayarkan cukup mahal, namun bisa di negosiasikan antara pihak penjual dan pembeli sehingga terjadi kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Itulah beberapa biaya yang bisa timbul dalam transaksi jual beli rumah sehingga Anda perlu menyiapkan diri dan juga dana demi melancarkan transaksi.

1
YayYay
0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!

Leave a Comment