Loading Posts...

Temukan Kemudahan BPJS Dengan Daftar Secara Online

manfaat asuransi dan bpjs

BPJS online merupakan layanan untuk memudahkan Anda dalam proses pendaftaran kepesertaan asuransi kesehatan. Caranya kurang lebih sama dengan cara konvensional. Hasil dan manfaatnya kurang lebih sama.

Bagi sebagian orang, asuransi dirasa sangat dibutuhkan. Terutama bila mau memasuki dunia kerja. Jaminan kesehatan akan menjadi bagian tak terpisahkan, bahkan harus dilampirkan di dalamnya.

Meskipun begitu, kadang perusahaan juga akan membuatkannya. Tujuannya bila ada sesuatu terjadi, pegawai mendapatkan kemudahan dalam mengatasi masalahnya. Perusahaan juga ikut terbantu dengan asuransi tersebut.

Mengenai pendaftarannya, kecanggihan teknologi seakan memberikan kemudahan bagi calon peserta. Anda tinggal membuka situs resminya. Buat akun dan isilah formulir secara lengkap beserta pindai setiap dokumen pentingnya.

Mengapa Memilih Untuk Membuat BPJS Secara Online?

Sebenarnya tidak ada paksaan mengenai cara membuatnya. Anda bisa membuat sendiri secara konvensional dengan datang di kantornya secara langsung. Sebaliknya, Anda juga bisa menggunakan cara lain, yaitu memanfaatkan internet.

Bpjs secara konvensional terbilang cukup repot. Biasanya, pembuatnya diharuskan melakukan antrian panjang. Jadi, waktunya akan semakin panjang.

Bagi Anda yang disibukkan dengan pekerjaan, tentu tidak ada waktu banyak untuk melakukannya. Padahal, asuransi tersebut sangat diperlukan. Misalnya sebagai bagian dari jaminan dalam bekerja.

Beruntungnya, Anda hidup di jaman yang serba mudah. Kecanggihan teknologi menjadi pemicunya. Anda bisa melakukan pendaftaran secara langsung di rumah.

Prosesnya dimulai dengan menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Baru setelah itu, kunjungi website resminya untuk melakukan pendaftaran BPJS. Ikuti setiap langkahnya, dan kartu bpjs bisa segera didapatkan sesuai waktunya.

Normalnya, kartu akan aktif setelah dilakukan pembayaran untuk pertama kali. Maksudnya, pembuat kartu akan memperoleh kartunya bila telah melunasi iurannya. Iuran tersebut dikategorikan beradasarkan kelas yang diikuti.

Setelah melakukan pembayaran, kartu siap dicetak. Normalnya akan memakan waktu kurang lebih 14 hari.  Bisa saja lebih ketika Anda sesuai kondisinya. Contohnya belum membayar ataupun kekurangan dokumen lainnya.

Intinya, masyarakat memilih untuk membuatnya secara online lantaran kemudahan dalam proses membuatnya. Yaitu bisa dilakukan di rumah, dan tidak perlu menunggu antrian panjang sebagaimana bila membuat asuransi tersebut di kantor resminya.

Bagaimana Cara Mencetak Kartu BPJS Online?

Diasumsikan Anda telah daftar BPJS secara online, kini saatnya menunggu hasilnya. Di sini, Anda sebenarnya bisa mencetak langsung tanpa harus datang di kantornya secara langsung.

Tetapi bila memiliki waktu lebih banyak, pemohon bisa datang di kantor. Bawa bukti resmi pembayaran. Tunjukkan pada pegawai kantornya, dan beberapa saat kartu bisa dicetak.

Sementara bagi yang tidak ingin direpotkan dengan cara tersebut, Anda sebenarnya bisa mencetaknya sendiri. Tentu, hasil cetakannya masih berupa kertas biasa. Bukan seperti kartu dengan bahan plastic.

Normalnya jika Anda telah melakukan pendaftaran secara online, Anda sudah memiliki akses sendiri untuk memasukinya. Maksudnya sudah memiliki user id dan password. Kedua hal ini bisa dimanfaatkan secara penuh.

Pertama kalinya, masuklah ke website bpjs resmi. Di sini, klik bagian loginnya. Masukkan id dan password yang sudah dimiliki.

Kedua kalinya, Anda akan dibawa pada tampilan halaman utamanya. Klik bagian cari data, masukkan nik Anda. Maka nama peserta bisa segera ditemukan.

Langkah ketiga adalah mencetak secara langsung. Siapkan kertasnya dan print kartu. Potong sesuai ukuran dan simpan untuk dimanfaatkan. Sangat mudah bukan?

Waktu Mendapatkan Kartu Bpjs Setelah Daftar Secara Online

Prosedur telah dijalankan dengan benar. Yaitu mengisi data dan melengkapi berkasnya. Langkah selanjutnya adalah pembayaran sekaligus mendapatkan kartunya.

Membuat sebuah kartu memang akan memakan waktu. Mengingat adanya tahapan yang harus dilewati, maka Anda perlu menunggu beberapa waktu kedepan. Yang terpenting, lunasi terlebih dahulu biaya pembuatannya.

Baca juga: Langkah Mudah Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Proses pelunasan iuran pertama kali biasanya akan mulai muncul di website resminya. Namanya adalah virtual account. Di sini, Anda perlu membayar lunas sesuai biaya yang tertera.

Baru setelah itu, Anda bisa memulai untuk mencetak kartunya. Normalnya, waktu mendapatkan kartu tersebut sekitar 14 hari setelah pendaftaran. Jadi, bersabarlah sampai waktunya tiba.

Kapan Kartu BPJS Bisa Digunakan?

Biasanya orang awam baru akan melakukan pendaftaran bila sudah memasuki rumah sakit. Ini adalah prosedur yang keliru. Karena sejatinya, Anda belum bisa memanfaatkannya sampai diaktifkannya kartu.

Bilamana Anda baru saja melakukan pendaftaran dan sudah memasuki rumah sakit, maka biaya tanggungan masih beban Anda. Harapan untuk mendapatkan keringanan nampaknya masih sulit terwujud. Oleh karenanya, sebaiknya daftarkan diri sebelum kejadian tersebut terjadi.

Mengenai kapan waktunya kartu bpjs bisa dimanfaatkan, ini berlaku bila kartu tersebut sudah aktif. Keaktifan kartu bisa dilihat dari pelunasan kartu, kemudian kartu sudah dipegang oleh pihak pesertanya.

Dengan kata lain, Anda tetap menjadi pasien dari rumah sakit umum bila kartu belum dimiliki. Atau masih dalam proses pendaftarannya. Jadi, biaya yang menyangkut pengobatan masih menjadi tanggungan pasien.

Kewajiban Bagi Pemegang Asuransi BPJS

Banyak orang mengatakan kalau bpjs adalah layanan pengobatan gratis. Memang bisa dikatakan seperti itu. Pasalnya, hampir seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Untuk memperoleh manfaat seperti itu, ada kewajiban yang seharusnya dipenuhi oleh pemegang kartu. Kewajibannya adalah membayar iuran perbulannya dengan nominal sesuai kelasnya.

Nominalnya di kisaran 25-80 ribu rupiah. Di tiap bulannya, wajib bagi pemegangnya untuk membayar. Jika tidak, kartu bisa dinonaktifkan.

Dengan penonaktifan kartu, pemegangnya tidak akan bisa memanfaatkannya bila dibutuhkan. Minimal, pemegangnya perlu mengaktifkan kembali dan melunasi tunggakan agar bisa memanfaatkan.

Denda Keterlambatan Membayar Iuran Bulanan

Tahun 2016 kemarin, bpjs memberlakukan sebuah aturan dimana orang yang terlambat melakukan pembayaran akan mendapatkan denda. Denda tersebut tidaklah memberatkan bagi pesertanya.

Normalnya, jika kartu dibiarkan tidak dibayar selama satu bulan, kartu akan dinonaktifkan sementara. Penonaktifan ini menjadikan kartu tidak bisa dimanfaatkan. Dengan kata lain, klaim atas biaya dari asuransi ini ditolak oleh pihak penyelenggara.

Mengenai denda tersebut tidak mengacu pada keterlambatan pembayaran. Melainkan, Anda dikenakan biaya bila menggunakannya. Yaitu sebelum 45 hari sejak kartu tersebut diaktifkan.

Contoh kasus untuk pembayaran denda ini adalah bila Anda menggunakan kartu tersebut sebelum 45 hari. Rentan waktu tersebut menjadi waktu diaktifkannya kembali kartu yang tidak dibayar perbulannya.

Denda tersebut berupa tanggungan berobat sebesar 2,5 persen. Anda perlu menyediakan biaya tersebut. Bukan menambah iuran tambahan, melainkan Anda juga menanggung biayanya.

Ilustrasinya adalah di rumah sakit, Anda dibebani biaya sekitar 10 juta rupiah. Di sini, kartu tidak dibayarkan selama 3 bulan. Bagaimana cara menghitung biayanya?

Ketika mengalami kondisi seperti itu, pemegang kartu yang mau mengaktifkannya tidak akan memperoleh biaya tanggungan sebanyak itu. Pemegangnya masih punya tanggungan biaya yang harusnya dibayara.

Perhitungannya adalah 10 juta x 2,5 %. Hasilnya menjadi 250 ribu rupiah. Hasil ini kemudian dikalikan dengan 3 kali. Karena Anda menunggak pembayaran selama 3 bulan. Sehingga biaya yang ditanggung sendiri sekitar 750 ribu rupiah.

Dengan kata lain, Anda juga perlu berpartisipasi dalam membayar biaya rumah sakit sejumlah 750 ribu rupiah tadi. Sisanya akan ditanggung oleh pihak penyelenggara kecuali biaya yang tidak masuk dalam ketentuan.

Kesalahan Yang Umum Dalam Kartu BPJS

Terkadang pemegang kartu tidak bisa menggunakan kartu tersebut di rumah sakit. Salah satu alasannya adalah tidak sesuainya data dalam kartu dengan pemegangnya. Akibatnya, pengobatan untuk pasien akan ditangguhkan.

Mengenai kesalahan yang paling sering adalah nama pemegang kartu, alamat dan data-data lainnya. Biasanya, kesalahan ini disebabkan oleh kesalahan pengaju ketika mengisi formulir pendaftaran.

Jika mengalami masalah seperti ini, Anda bisa merubahnya. Perubahan bisa dilakukan setiap satu minggu sekali. Ini digunakan untuk memastikan sistemnya tidak terlalu ribet.

Cara merubahnya adalah dengan memanfaatkan layanan aplikasi bpjs online. Di situ, Anda bisa masuk dalam aplikasinya, kemudian merubah data-data yang dianggap salah sebelumnya.  Setelah dirubah, silahkan cetak kembali kartunya.

Sementara bagi yang tidak paham sistem online, Anda bisa datang di kantor bpjs terdekat. Di tempat tersebut, rubahlah data-data sesuai data asli Anda. baru kemudian lakukan pencetakan.

Dengan melakukan perubahan ini, pemegang kartu bisa memanfaatkannya ketika dibutuhkan. Jadi, kendala seperti ditolak oleh pihak rumah sakit tidak akan pernah terjadi kembali.

Hal Yang Harus Dicermati Ketika Melakukan Pengobatan

Ada saja kasus dimana banyak pasien masih dibebankan biaya tambahan. Lalu, timbul pertanyaan apa gunanya membayar iuran bulanan tersebut? Mungkin Anda juga memiliki pemikiran yang sama seperti itu.

Perlu dipahami jika pemanfaatan layanan kesehatan dengan asuransi masih tergolong terbatas. Di sini, kecermatan Anda dalam memahami situasinya akan membuka mata lebih lebar. Setidaknya, hal tersebut akan membuat lebih paham tentang pembiayaan.

Salah satunya adalah mengenal tentang penyakit apa saja yang bisa dibiayai oleh asuransi berupa bpjs tersebut. Kebanyakan hal ini tidak dipahami sehingga penyakit kronis yang diluar dari ketentuan tentu tidak bisa dibiayai oleh pemerintah.

Selain jenis penyakitnya, obat-obatan diluar jangkauan bpjs juga biasanya tidak menjadi tanggungan pemerintah. Normalnya, ini juga sering terjadi. Jadi, pastikan untuk mengenalnya agar Anda tidak kecapekan urus sana sini tapi hasilnya nihil.

Benar saja, kadang ada saja dokter yang meresepkan obat tertentu. Obat tersebut bukan obat yang masuk cakupan tanggungan pemerintah. Biasanya, obat tersebut sifatnya khusus untuk penyakit tertentu.

Jika kedapatan mengalami hal tersebut, sudah sepatutnya Anda berkoordinasi dengan dokter. Tanyakan tentang penting tidaknya obat, atau apakah bisa diganti dengan jenis obat lainnya yang masuk dalam cakupan asuransi.

Bila tidak ada, maka keselamatan pasien perlu diutamakan. Obat bisa ditanggung sendiri, misalnya dengan membeli. Toh, kenyataannya obat tersebut begitu penting untuk pasien.

Mengenai jenis penyakit dan obat yang ditanggung oleh asuransi, Anda bisa mencari informasinya di kantor bpjs. Anda juga bisa memanfaatkan layanan internet untuk memperoleh kejelasannya.

Dengan memahami mana yang masuk dalam lingkup bpjs, maka Anda akan lebih mudah dalam pemanfaatannya. Bahkan bila tidak, maka pembiayaan sedari awal sudah disiapkan. Jadi, Anda tidak akan mengurusi hal-hal yang percuma.

Demikianlah ulasan mengenai asuransi kesehatan milik pemerintah. Bila Anda membutuhkan pembiayaan gratis saat berada di rumah sakit, milikilah kartu kesehatan tersebut. Buat dan bayar iurannya di tiap bulannya. Caranya adalah dengan layanan bpjs online ini.

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!

Leave a Comment