Loading Posts...

Apa Saja Yang Harus Anda Ketahui Mengenai Kontrak Kerja Karyawan?

Apa Saja Yang Harus Anda Ketahui Mengenai Kontrak Kerja Karyawan?

Bagi setiap karyawan dewasa ini, pengetahuan mengenai kontrak kerja adalah salah satu hal penting di mana setiap karyawan harus benar-benar mengetahui mengenai kontrak yang telah mereka setujui selama mereka bekerja untuk perusahaan mereka dalam waktu yang telah disepakati. Bagi beberapa orang mungkin akan sedikit merepotkan untuk dengan melihat satu per satu pasal-pasal yang dicantumkan dalam kontrak kerja karyawan tersebut. Namun penting untuk diketahui oleh setiap karyawan yang sudah menandatangani suatu kontrak kerja untuk memahami apa saja kewajiban dan hak Anda dan juga perusahaan selama masa kerja Anda sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan di dalam kontrak. Beberapa informasi berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus Anda ketahui mengenai suatu kontrak kerja sehingga nantinya Anda tidak menemukan hal-hal yang bisa merugikan Anda.

Apa Itu Kontrak Kerja?

Kontrak kerja sendiri adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh pemberi kerja untuk Anda yang biasanya berisi mengenai hal dan kewajiban pekerja dan juga pemberi kerja. Selain itu kontrak kerja sendiri biasanya berisi mengenai syarat-syarat kerja selama masa kontrak tersebut. Tentu saja kontrak kerja sendiri sudah diatur di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sudah berlaku di Indonesia. Selain itu apalagi yang harus Anda ketahui mengenai kontrak kerja atau kontrak kerja karyawan?

Selain pengertian singkat mengenai kontrak kerja seperti di atas, pada suatu kontrak kerja juga harus memuat beberapa poin penting yang sudah diatur dalam UU khususnya UU No. 13/2003 pasal 54. Di sana terdapat beberapa ketentuan mengenai apa saja yang harus dicantumkan dalam sebuah kontrak kerja antara pemberi kerja dan karyawan. Beberapa hal yang biasanya harus dicantumkan dalam suatu kontrak kerja meliputi nama, alamat dan jenis usaha dari perusahaan. Selain itu kontrak tersebut juga harus mencantumkan jenis kelamin, umur, nama dan alamat dari pekerja. Pada kontrak kerja tersebut juga harus mencantumkan jenis pekerjaan atau jabatan karyawan yang akan dikontrak beserta tempat bekerjaan.

Selain beberapa hal di atas, hal lainnya yang juga cukup penting untuk dicantumkan dalam suatu kontrak kerja adalah cara pembayaran dan besar upah untuk pekerja atau karyawan. Selain itu Anda juga harus memastikan bahwa kontrak kerja tersebut juga sudah dicantumkan secara jelas tanggal mulai dan jangka waktu berlakunya kontrak kerja tersebut. Hal lainnya yang cukup sederhana namun tak kalah pentingnya adalah tanggal dan tempat kontrak kerja tersebut dibuat dan juga harus disertakan tanda tangan dari masing-masing pihak pemberi kerja dan juga karyawan atau pekerja yang bersangkutan.

Hal-Hal Apa Saja Yang Menentukan Keabsahan Kontrak Kerja?

Sebelum Anda menandatangani suatu kontrak kerja, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal lainnya mengenai kontrak kerja. Salah satu hal yang juga cukup penting untuk diketahui adalah mengenai keabsahan dari kontrak kerja yang diajukan kepada Anda. Jika Anda menemukan bahwa pada kontrak kerja tersebut tidak memenuhi beberapa syarat berikut ini, maka Anda pun harus mempertanyakan keabsahan dari kontrak kerja tersebut. Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam suatu kontrak kerja antara lain adalah adanya suatu sebab tidak terlarang dalam kontrak, adanya pokok persoalan tertentu, terdapat kecakapan untuk membuat perikatan, dan juga adanya kesepakatan untuk saling mengikatkan diri antara masing-masing pihak.

Dengan adanya beberapa syarat di atas maka suatu kontrak akan dianggap sah. Hal tersebut di atas juga mengacu kepada pasal 1320 pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Selain hal di atas, kontrak kerja sendiri juga sudah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 pasal 52 ayat 1 mengenai dasar pembuatan perjanjian kerja. Beberapa hal yang menjadi dasar dari suatu perjanjian atau kontrak jera meliputi kecakapan atau kemampuan untuk melakukan perbuatan hukum, kesepakatan yang dilakukan oleh kedua pihak, dan adanya pekerjaan yang diperjanjikan. Selain itu Anda juga harus memperhatikan bahwa pekerjaan yang diperjanjikan tersebut bukanlah pekerjaan yang bertentangan dengan kesusilaan, ketertiban umum dan juga peraturan perundangan yang ada di Indonesia.

Apa Saja Jenis Kontrak Kerja?

Selain mengetahui mengenai ketentuan dari kontrak kerja karyawan yang harus tertuang dalam suatu kontrak, Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat beberapa jenis kontrak kerja yang bisa Anda temukan saat ini. Beberapa jenis kontrak kerja yang bisa Anda temukan saat ini dibagi menjadi dua jenis yang berbeda yaitu kontrak tertulis dan juga kontrak lisan atau tidak tertulis. Tentu saja kontrak tertulis lebih sering digunakan oleh para pemberi kerja dan juga karyawan atau pekerja karena memiliki kekuatan hukum yang lebih mengikat dibandingkan dengan kontrak kerja secara lisan. Ketika kontrak kerja secara lisan dibuat, maka Anda pun akan kesulitan menemukan acuan atau referensi jika suatu saat terjadi ketidaksesuaian dari ketentuan awal yang sudah disepakati sebelumnya dengan pelaksanaan pada masa jangka waktu kontrak tersebut diberlakukan. Meskipun kekuatan hukum dari perjanjian yang dibuat secara lisan bersifat tidak mengikat, namun bentuk perjanjian atau kontrak ini sebenarnya diperbolehkan menurut UU. Sebagai ganti kontrak kerja tertulis yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat, maka untuk perjanjian kerja yang bersifat lisan biasanya juga harus disertai dengan adanya surat pengangkatan bagi pekerja atau karyawan. Hal ini biasanya juga diberlakukan untuk perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau (PKWTT)

Di sisi lain, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) diatur secara tertulis dan tertuang dalam kontrak kerja yang juga harus diketahui oleh Disnaker. Berbeda dengan PKWTT, untuk PKWT sendiri diatur di dalam Permenaker No. Per-02/Men/1993). Selain terdapat beberapa ketentuan atau syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan yang permenaker tersebut. beberapa hal yang menjadi syarat dari PKWT sendiri adalah bahwa perjanjian kerja tersebut harus dibuat untuk jangka waktu paling lama 3tahun. Selain itu perjanjian tersebut dibatu secara tertulis dan dalam 3 rangkap yang nantinya akan diberikan untuk pemberi kerja, Disnaker, dan juga pekerja atau karyawan. Selain itu untuk perjanjian kerja jenis ini juga tidak menerapkan masa percobaan seperti pada perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

Penahanan Surat-Surat Berharga dan Hubungannya Dengan Kontrak Kerja

Selain beberapa hal di atas, hal selanjutnya yang saat ini menjadi suatu pembicaraan adalah mengenai apakah pemberi kerja diperbolehkan untuk menahan surat-surat berharga seperti Ijazah dan beberapa surat berharga lainnya miliki karyawan. Satu hal yang pasti bahwa UU No. 13 Tahun 2003 sendiri tidak mengatur mengenai boleh atau tidaknya dilakukan penahanan tersebut. Namun satu hal yang pasti adalah penahanan tersebut dapat dilakukan hanya jika sudah diatur dalam kontrak dan disepakati oleh pemberi kerja dan juga karyawan yang bersangkutan. Beberapa hal tersebut di atas mengenai kontrak kerja karyawan sangat penting untuk diketahui oleh setiap karyawan sehingga Anda pun juga menjadi lebih paham mengenai kontrak kerja yang mungkin harus Anda tangani nantinya.

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!

Leave a Comment